Minggu, 29 Agustus 2010

WHO Desak Negara-negara Untuk Mengambil Tindakan Untuk Combat Antimicrobial Resistance

Antimicrobial resistance (AMR), yaitu kemampuan mikro-organisme untuk mencari cara untuk menghindari aksi obat yang dipakai untuk mengobati infeksi. Ini menjadi isu kesehatan masyarakat global yang dapat menghambat pengendalian penyakit menular yang semakin banyak.
Beberapa bakteri telah mengembangkan mekanisme yang membuat mereka resisten terhadap banyak antibiotik biasanya digunakan untuk pengobatan (multi-obat bakteri resisten), sehingga menimbulkan kesulitan tertentu, karena mungkin ada sedikit atau tidak ada pilihan alternatif untuk terapi.
Karena merupakan masalah kesehatan publik yang terus berkembang dan global. WHO mengingatkan bahwa negara harus siap untuk melaksanakan langkah-langkah pengendalian infeksi rumah sakit untuk membatasi penyebaran obat multi-strain resisten dan untuk memperkuat kebijakan nasional tentang penggunaan yang bijaksana antibiotik, mengurangi generasi bakteri resisten antibiotik.
Sebuah artikel yang diterbitkan dalam The Lancet Infectious Diseases pada 11 Agustus 2010 mengidentifikasi gen baru yang memungkinkan beberapa jenis bakteri yang akan sangat resisten terhadap hampir semua antibiotik. Artikel ini telah menarik perhatian pada isu AMR, dan, khususnya, telah meningkatkan kesadaran infeksi yang disebabkan oleh multi-obat bakteri resisten.
Meskipun bakteri resisten multi-obat yang tidak baru dan akan terus muncul, pengembangan ini memerlukan pengawasan dan penelitian lebih lanjut untuk memahami tingkat dan cara penularan, dan untuk menentukan langkah-langkah yang paling efektif untuk pengendalian.
Mereka dipanggil untuk waspada terhadap masalah resistensi antimikroba dan mengambil tindakan yang tepat termasuk konsumen, penulis resep dan dispenser, dokter hewan, manajer rumah sakit dan laboratorium diagnostik, pasien dan pengunjung ke fasilitas kesehatan, serta pemerintah nasional, industri farmasi, profesional masyarakat, dan lembaga internasional.

WHO merekomendasikan bahwa pemerintah fokus DNS dan upaya pencegahan di empat bidang utama:
  1. Surveilans untuk resistansi antimikroba.
  2. Penggunaan antibiotik yang rasional, termasuk pendidikan pekerja kesehatan dan masyarakat dalam penggunaan antibiotik yang sesuai.
  3. Penegakan undang-undang yang terkait dengan menghentikan penjualan antibiotik tanpa resep
  4. Kepatuhan dalam pencegahan infeksi dan langkah pengendalian, termasuk selalu cuci tangan, khususnya di fasilitas kesehatan.
Keberhasilan pengendalian mikroorganisme resisten telah diterapakan di banyak negara, dan pencegahan infeksi yang sudah ada dan familiar serta tindakan pengendalian secara efektif dapat mengurangi transmisi multi-obat organisme resisten tentu saja harus diterapkan secara ketat dan sistematis.
WHO akan terus mendukung negara-negara untuk mengembangkan kebijakan yang relevan, dan untuk mengkoordinasikan upaya-upaya internasional untuk memerangi resistensi antimikroba. Resistensi antimikrobial akan menjadi tema WHO Hari Kesehatan Dunia 2011.

Sumber: medical news today

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar