Sabtu, 26 September 2009

Vaksin HIV AIDS ditemukan

Akhirnya Ada Vaksin untuk HIV
BANGKOK - Keberhasilan diraih para peneliti vaksin HIV di Bangkok. Vaksin kombo ALVAC-IDSVAX yang diujicobakan terbukti dapat mencegah dan menurunkan penyebaran infeksi HIV lebih dari 31 persen. Penelitian itu melibatkan lebih dari 16.000 sukarelawan.

''Ini adalah bukti pertama bahwa kita bisa memiliki vaksin yang bisa menyelamatkan dan mencegah (AIDS) secara efektif,'' ujar Kolonel Jerome Kim, pemimpin penelitian tentara AS di Thailand yang disponsori Institut Nasional Alergi dan Wabah Menular, seperti dilansir Associated Press kemarin (24/9).

Penelitian dengan biaya USD 105 juta (Rp 1,012 triliun) itu menunjukkan hasil negatif pada pria dan wanita berusia 18-30 yang umumnya berisiko HIV. Infeksi tersebut baru muncul pada 51 orang di antara 8.197 sukarelawan yang diberi vaksin dan 74 orang di antara 8.198 sukarelawan yang menerima dummy shots (suntikan sintetis).

Separo sukarelawan menerima empat dosis ALVAC dan dua dosis AIDSVAX selama enam bulan lebih. Sisanya hanya menerima suntikan tiruan vaksin kombo tersebut. Agar lebih efektif, semua sukarelawan diberikan kondom, konseling, dan perawatan mengenai penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual itu. Mereka juga menjalani pemeriksaan HIV setiap enam bulan sekali dalam tiga tahun. Yang terinfeksi akan mendapatkan perawatan gratis dan pengobatan antivirus. Tim peneliti bakal memantau sukarelawan selama tiga tahun setelah pemberian vaksinasi tersebut berakhir.

Para ilmuwan mengetes dua vaksin kombo ALVAC-AIDSVAX. ALVAC berasal dari Sanofi Pasteur, divisi vaksin dari pembuat obat Prancis Sanofi-Aventis. AIDSVAX dikembangkan oleh VaxGen Inc. yang kini dipegang oleh Global Solutions for Infectious Diseases, badan nonprofit yang didirikan beberapa mantan pekerja VaxGen.

Hasil secara rinci penelitian vaksin kombo itu akan dipaparkan dalam Konferensi Vaksin di Paris pada Oktober. Penelitian vaksin HIV kerap dilakukan di Thailand oleh ilmuwan tentara AS, khususnya ketika AIDS mulai merebak di Negeri Gajah Putih tersebut. Penelitian itu pun didukung Kementerian Kesehatan Thailand.

''Hari ini menjadi tonggak sejarah,'' tutur Mitchell Warren, direktur eksekutif koalisi advokasi vaksin AIDS, kelompok internasional yang bekerja untuk mengembangkan vaksin, kepada Associated Press.

Berdasar laporan UNAIDS, Badan PBB yang menangani AIDS, setiap hari 7.500 orang di seluruh dunia menjadi pengidap HIV baru. Dua juta orang meninggal karena AIDS pada 2007. (war/ami)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar